dulu waktu masih kuliah, seneng banget liat orang2 sukses yang jadi manager. yup, jabatan “manager” itu nampaknya...
Stars in a Full Moon by Electric Arc on Flickr.
Lunch follows with #indonesia sour soupy vegetable #sayurasem #vegan #vegetarian
Chai Kwe is a classic dish, THE traditional food from my town, mostly found in the Teochew community...
Sebagai mahasiswa teladan yang sarat pengalaman, gw mau berbagi langkah-langkah apa yang haus dilakukan jika akan mengerjakan...
Klo dibilang beruntung iya juga, jadi sebenarnya perjalanan ke KL kali ini itu gara-gara promonya penerbangan si merah Air Asia tercinta. Kebetulan aku lagi bingung juga, libur panjang mau kemana, belum ada rencana sama sekali. Lha ternyata kok Air Asia ada promo ke KL pas pula tanggal liburan. Cek cek website AA di kompi kantor (jadi ceritanya saat itu ga sibuk kerja tapi sibuk nyari tiket), dapet tiket pergi pulang aka pp cuma 500 ribu cuy *tepuk tangan sendiri
Sebelumnya sempet diajak teman di Aceh buat ke KL pas libur itu, kebetulan dia udah beli tiket dari tahun lalu, tapi ku tolak karena mahal tiketnya. Tapi sekarang dengan pede aku bilang, yuk ke KL, dapet tiket murah hura hura hihi…. Serunya nih, kami bikin perjalanan panjang, kami akan eksplore Pulau Penang, Pulau Langkawi, Melaka dan Kuala Lumpur yang terakhir. Pencarian tiket pun dilanjutkan dan Alhamdulillah dapat murah semua *memandang nanar dan penuh kebahagiaan ke layar monitor kompi. Klo dihitung si 5x penerbangan cuma habis sekitar 1,4 juta lah. Yeaayyyy *pamerin tiket promo
Hari H pun tiba. Sempat delay selama 30 menit yang berlanjut dengan ditambah 15 menit lagi karena pesawat mengantri untuk mendarat disebabkan padatnya arus pesawat yang akan landing di bandara Soetta. Udah khawatir aja karena jadwal landing di KL dan penerbangan selanjutnya ke Penang hanya berjarak sekitar 1,5 jam saja. Alhasil karena delay 45 menit itu bikin semakin dag dig dug duerrrrr…….Sampe di KL langsung ke bagian imigrasi dan antriannya panjang aja, semakin bikin pikiran ga fokus beneran dan jantung semakin kenceng jedag jedugnya. Oya, fyi sekarang masuk KL ga perlu lagi ribet-ribet isi card di bandara, karena nanti paspor kita tinggal di scan ma petugas imigrasi.
Sampai di LCCT Kuala Lumpur, aku langsung ngacir keluar bertemu teman-teman dari Aceh yang udah nyampe duluan langsung ke boarding domestic flight. Untungnya sebelumnya udah web check in dulu, begitu nyampe ruang tunggu langsung kedengaran aja panggilan terakhir penerbangan ke Penang akan ditutup 2 menit lagi. Lari-lari, ngos-ngosan masuk pesawat disambut dengan tatapan para penumpang lain, tapi tak ada satu pun yang ku perhatikan, muka datar dan lurus maju jalan hehe….dan akhirnya bisa duduk dan bernapas lega (banget)…hosh..hosh..hosh….*hempasin badan ke kursi *lap keringet yang mulai ngucur deras.




Penerbangan KL-Penang ditempuh selama 30 menit. Ini dia enaknya di Penang, kita kemana-mana bisa naik Rapid Penang (semacam bus). Tiap rapid ada nomor sendiri-sendiri dan tujuan masing-masing namun pool nya atau tempat ngumpul nya mereka semua ada di Jetty (Pelabuhan ferry) sebelum ke Komtar (terminal utama), semua rapid pasti masuk ke terminal komtar ini. Cara naiknya gampang, tinggal naik rapid sesuai nomor tujuan, tinggal bilang ke sopir tujuan yang kita tuju dia akan memberikan karcis masuk dan kita tinggal bayar sesuai yang tertera di karcis dengan memasukkan ke lubang kotak pembayaran. Ingat, bayar pake uang pas, karena sopir ga menyediakan uang kembalian.
Di Penang kami akan tinggal selama 3 hari 2 malam dan ini membuat ku sedikit banyak belajar tentang kehidupan dan keseharian kota ini. Menginap di Cabana Inn< letaknya menyatu dengan Boutiqe Chocholate, hanya saja dia berada di bagian belakang. Kesan pertama begitu masuk, bersih, rapi dan homy. Berlantai kayu, dinding bercat putih dengan atap yang tinggi. Kamar terbagi dua, ada yang shared bathroom dan ada yang jadi satu dalam kamar. Ada satu ruangan di tengah tempat untuk berkumpul beserta sofa-sofa empuk disana.





Malam pertama di Penang sudah mendapatkan pengalaman aneh, ntah bisa dibilang lucu, kurang ajar atau beruntung hehe… Jadi ceritanya malam itu kami jalan nyari makan malam. Dari arah berlawanan jalan sepasang laki-laki dan perempuan muda di sebelah kiri kami, saat kami sedang meleng melihat ke tempat makan di sebelah kanan, tiba-tiba aku merasa ada tangan yang menjamah perutku. Spontan dan kaget kami berhentidan membalikkan badan, o la la si perempuan itu yang menjamah perutku. Karena kaget bukan main, spontan kata “sh*t” yang keluar dari bibir tak berdosa ku ini. Temanku yang jalan disampingku pun kena rabaan di tangannya. Dan perempuan itu tanpa basa basi ngeloyor aja pergi. Setelah itu kami malah ketawa-tawa mengingat tadi. Malam pertama aja udah rada mesum begini, bagaimana malam-malam berikutnya hahaha….



Pagi hari di Penang ini biasa ku gunakan untuk berkeliling kota menikmati kota dengan bangunan-bangunan kunonya yang masih sangat dalam kondisi baik dan terawat, anak-anak berangkat sekolah, orang-orang yang berangkat kerja, mereka yang bersembahyang di klenteng dan mereka yang berolahraga di lapangan dekat port Cornwallis. Port Cornwallis ini merupakan favoritku dikala pagi, aku bisa joging di lapangan dan menikmati udara pantai. Ya, tempat ini memang di tepi pantai, sambil joging bisa sekalian menikmati matahari terbit. Di tempat ini pula kita bisa menemukan burung-burung merpati yang cukup jinak di area taman. Mantap.





Karena sebelumnya juga udah pernah ke Penang, jadi kali ini traveling ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Misalnya ke Spice Garden, disini bisa belajar tanaman rempah-rempah. Masuk ke dalamnya kita diwajibkan mengoleskan minyak anti nyamuk lebih dulu. Kali aja kan ada nyamuk nakal pengen gigit kita yang manis-manis hahaha…..Spice Garden sendiri sebenarnya adalah hutan berbentuk taman dengan tanaman rempah-rempah yang cukup melimpah. Yang paling menarik disini menurutku ada dua, satunya giant swing atau ayunan raksasa dan yang kedua café yang dikelilingi tanaman tinggi dengan pemandangan pantai. Hanya saja harga minuman dan makanan disini cukup mahal. Untuk segelas fruit juice aja RM 8. Dan kami memesan semangkuk tom yam sea food untuk dishare. Kenapa dishare, karena pertimbangan harga itu pula hehe *gembel kalem *biarin yang penting liburan diluar negeri.




Selanjutnya kami naik rapid nomor 101 menuju ke Taman Nasional, namun karena sepertinya kurang menarik dan banyak tempat yang ditutup karena perbaikan termasuk jembatan tali yang aku pengen lewatin, kami pun urung masuk dan hanya foto-foto saja di pantai yang berada di dekat pintu masuk. Mungkin karena banyak tempat yang ditutup itu pula, taman nasional ini nampak sepi pengunjung, bule-bule yang datang pun juga banyak yang tak jadi masuk ke dalam.


Satu tempat yang wajib dikunjungi kalo ke Penang adalah Penang Hill atau biasa disebut bukit bendera. Dengan tiket seharga RM 30 (cukup mahal untuk orang asing, padahal orang local cuma RM 8 lho), kita naik kereta listrik menelusuri dinding bukit dengan kemiringan hampir 90 derajat selama kurang lebih 15-20 menit. Pemandangan di kanan kiri dan di bawah sangat hijau dan kota penang pun mulai tampak dikejauhan. Sampai di atas, kita akan disuguhin pemandangan luar biasa. Kota Penang (Geogetown) dan Butterworth (satu daratan dengan KL) yang ada di seberang pulau nampak jelas dari sini dan tentunya Penang Bridge juga kelihatan. Indah banget. Penang Hill ini buka sampai jam 10 malam.




Klo mau jelajah di Penang Hill juga bisa, begitu sampai di atas, bisa trekking menikmati udara segar dan pemandangan kota George Town dari ketinggian. Sekitar 1 jam terdapat rumah penangkaran atau istilahnya budidaya kantong semar atau istilah kerennya monkeycup . Masuk kesini lumayan mahal sekitar RM10 dibanding dengan apa yang kita dapat di dalam. Karena di dalam kita cuma akan menemukan taman yang tak begitu luas penuh dengan beraneka jenis kantong semar dari berbagai negara.




Untuk kuliner jangan khawatir, banyak tempat makan di Penang ini. Bukankah Penang itu Surganya makanan. Tapi jangan lupa untuk ke daerah Gurney Drive, tempat makannya open air gitu atau klo orang kita bilang makan di ruang terbuka hehe…klo istilahnya orang Malaysia itu Medan Selera, di Medan kata temenku juga banyak model begitu. Ada banyak menu makanan disana, tinggal pilih saja, nasi emak, nasi kandar, sea food, satay, kwe tiay, ikan bakar dan lain-lain. Semuanya enak.



Sudah hari ketiga dan saatnya kembali ke airport menuju ke Langkawi.