dulu waktu masih kuliah, seneng banget liat orang2 sukses yang jadi manager. yup, jabatan “manager” itu nampaknya...
Stars in a Full Moon by Electric Arc on Flickr.
Lunch follows with #indonesia sour soupy vegetable #sayurasem #vegan #vegetarian
Chai Kwe is a classic dish, THE traditional food from my town, mostly found in the Teochew community...
Sebagai mahasiswa teladan yang sarat pengalaman, gw mau berbagi langkah-langkah apa yang haus dilakukan jika akan mengerjakan...
Hoho…akhirya nyempetin juga untuk menulis acara kabur ku ini hehe…..dimulai dari penatnya pikiranku, nyeseknya dada, kerja ga focus, badan limbung..semua yang ga enak lah pokoknya….memang lebay kedengarannya but it’s true, really true…..
Hari rabu aku bilang ma seorang temanku kalo aku pengen escape, kabur entah kemana, melupakan sejenak kekisruhan hati…cailee….Dia bilang yaudah escape aja, kabur gih. Hari kamis pagi aku pun booking tiket pesawat dan malamnya berangkat. Kemana? Pulau para Dewata.…Baliiiiiiii……
Cuaca di Bali agak kurang bersahabat saat itu, karena gerimis me nyambutku ketika sampai disana. Dan juga bandara sedang mengalami perombakan besar-besaran, ntah akan dibangun apa aku kurang tau, yang jelas keluar bandara jadi terasa semakin jauh saja. Tengah malam gerimis berjalan kaki ke arah Jalan Pupies di daerah Kuta untuk mencari penginapan yang murah meriah.
Esok pagi dari terminal Ubung, aku melanjutkan perjalanan ke arah pelabuhan Gilimanuk naik Elf dengan tarif Rp30 ribu menuju ke kawasan Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan. Perjalanan kesana kira-kira memakan waktu 3-4 jam. Jangan khawatir jadi bosan karena sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan luar biasa indah seperti pantai, sawah terasering seperti di Ubud, perkampungan dan hutan.
Oya, jangan lupa turun di pertigaan sebelum Gilimanuk, disini merupakan pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Bali Barat. Dari sini kita naik Elf lagi selama 20 menit ke arah pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Menjangan. Ada 2 pelabuhan disini, Pelabuhan Lalang dan Pelabuhan Mimpi (disebut demikian karena menyatu dengan Mimpi Resort). Sebelum menuju pelabuhan, sempatkan diri isi perut, baksoooo……



Disini kita memang harus menyewa perahu yang akan mengantar kita ke Pulau Menjangan dengan tarif Rp270 ribu, klo ada pengunjung lain bisa lah dipakai bersama, patungan tentunya hehe….kalo ingin snorkeling bisa sewa fin, google dan pelampung tarifnya Rp30 ribu. Kapal akan mengantar kita selama 3 jam untuk menjelajah kawasan Pulau Menjangan ini.




Pulau Menjangan merupakan pulau tak berpenghuni, namun disana terdapat pura-pura tempat beribadah orang Hindu Bali. Pas aku kesana disana sedang ada acara sembahyang, jadi cukup ramai orang sedang bersembahyang. Kita harus melewati jalan setapak berukuran setengah meter yang sudah diconblock menuju ke pura-pura tersebut. Dikawasan tersebut diantaranya terdapat pura Dewi Kwan Im dan Pura Ganesha. Mengagumkan.








Snorkeling disini juga merupakan Surga. Air lautnya jernih banget, koral-koralnya bagus dan ikan-ikannya juga berlimpah, jangan sampe dilewatkan. Jangan kaget, karena disini terdapat palung-palung dengan tebing-tebing lautnya yang indah. Aku sendiri sempat panik karena baru kali ini snorkeling diatas kedalaman yang tak terlihat saking dalamnya, karena itu kawasan ini juga merupakan Surga para pecinta diving.





Setelah capek snorkeling dan jalan-jalan di pulau, kita bisa menikmati berendam air panas di Banyuwedang, letaknya juga disebelahnya Mimpi resort. Ada 2 cara menikmati air panas ini, dengan tarif Rp10 ribu kita bisa mandi air panas ala pancuran dan tarif Rp25 ribu kita bisa berendam sepuasnya. Aku pun mencoba yang berendam, kolamnya kecil saja. Hati-hati, disini kita tidak bisa benar-benar berendam karena airnya cukup panas, tapi lama kelamaan badan akan terbiasa dengan panasnya.


Dikawasan ini kalo berencana menginap terdapat beberapa penginapan murah, kalo mau yang mahal ya ada beberapa pilihan resort kok. Karena aku ga berencana buat nginep jadinya langsung balik Kuta lagi. Karena sudah agak malam jadi susah nyari kendaraan. Elf ke arah pintu masuk Taman Nasional ini pun terakhir jam 5 sore. Ojek pun jarang-jarang. Beruntung malam itu masih ada Elf beroperasi dan ternyata itu rombongan keluarga yang menuju ke pelabuhan Gilimanuk.
Setelah turun dipertigaan pintu masuk Taman Nasional dan membayar Rp10 ribu ke sopir Elf, selanjutnya mencari bis yang menuju ke terminal Ubung. Sudah jarang rupanya kalo malam, capek, hujan, cukup basah pakaian dan yang lewat daritadi hanya truk-truk dari maupun yang mengarah ke pelabuhan Gilimanuk. Dan akhirnya secercah harapan itu datang J
Sabtu pagi jalan-jalan di pantai Kuta dan beruntung cuaca cerah sekali, namun pantai begitu kotornya. Banyak sekali sampah dari sampah plastik sampai batang-batang bambu pun ada. Terlihat petugas-petugas kebersihan sibuk membersihkan sampah-sampah tersebut. Tapi ga terlalu mengganggu acara leyeh-leyeh pagi itu di pantai Kuta, apalagi masih bisa foto-foto.





Siang hari diisi dengan tidur di hotel, sore baru deh mulai jalan lagi. Jalan sore pun masih disekitar pantai Kuta, tadinya mau jalan ke Seminyak tapi mendung gelap dan hujan, akhirnya jalan kea rah Discovery mall. Begitu sampai di Discovery mall beneran hujan deras, ya udah akhirnya jalan-jalan dan makan did eh disitu. Sampai akhirnya bingung mau kemana lagi karena sudah semua dilihat, memutuskan pulang ke hotel meskipun masih hujan gerimis, dan hujan-hujanan sepanjang jalan legian bareng bule-bule hehe…




MInggu pagi jalan lagi ke pantai Kuta dan sekarang menuju ke Seminyak menyusuri sepanjang pantai. Cuaca cerah dan langit biru cerah, cocok untuk foto-foto. Sampai akhirnya capek dan pulang kembali ke hotel untuk segera ke bandara kembali ke Jakarta.



